Sarana Informasi Penyuluhan Pertanian

Kamis, 29 Agustus 2019

INOVASI P4S “SHEEP ENERGY” BARON BETERNAK DOMBA TANPA “NGARIT”

Penggemukan Domba Milenial "Sheep Energy"
Dusun Sumurpandan, Jekek, Baron
Inovasi beternak kambing secara modern tanpa pakan rumput merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi tingginya biaya tenaga kerja pencari rumput. Metode ini sukses dikembangkan oleh Ato Urrohman, S.E melalui Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) “Sheep Energy”, badan usaha yang bergerak di bidang penggemukan kambing dan domba yang berlokasi di Dusun Sumurpandan, Desa Jekek, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk. 

Sejak dirintis pada tahun 2013, P4S “Sheep Energy” berupaya mengembangkan inovasi pemanfaatan sisa hasil pertanian yang difermentasi menjadi alternatif pakan ternak kambing. Bahan yang bisa digunakan tersedia melimpah di alam, antara lain jerami, jagung giling, kulit kacang, dll. Teknik pembuatan pakan ternak fermentasi sangat sederhana, murah dan mudah diterapkan, yaitu :
  • Mencampur larutan Suplemen Organik Cair (SOC) dengan larutan molase/tetes tebu dan air secukupnya kemudian didiamkan selama 1 jam.
  • Mencacah bahan dasar pakan fermentasi (jerami, jagung giling, kulit kacang, dll.) untuk mempermudah proses fermentasi dan dicampurkan dengan bahan alami lain seperti dedak/bekatul. 
  • Menyiramkan SOC ke bahan dasar pakan sampai merata kemudian dimasukkan ke dalam tong plastik dan ditutup rapat dan didiamkan hingga 1-2 hari hingga siap digunakan. 
Proses Fermentasi Pakan Ternak Shepp Energy Baron
     Pakan kambing olahan yang difermentasi memiliki banyak manfaat dibandingkan dengan pakan rumput konvensional. Pakan fermentasi lebih mudah dicerna oleh hewan ternak. Selain itu kebutuhan nutrisi dalam pakan sudah terpenuhi sehingga pertumbuhan ternak akan lebih cepat dibandingkan dengan diberi pakan biasa (rumput), biasanya pertumbuhan 2 – 4 kali meningkat dibandingkan pakan biasa. Rata-rata 2,5 – 14 kg/minggu, sedangkan tanpa SOC rata-rata 2,5 kg/bulan. 
         Dengan menerapkan inovasi tersebut, hanya dalam tempo 5 (lima) tahun, aset domba P4S “Sheep Energy” bisa berkembang dari 40 ekor menjadi 1.200 ekor. Domba yang diberi pakan fermentasi terlihat lebih cepat gemuk dan sehat karena nutrisi yang tersedia pada bahan pakan lebih cepat terserap. 

     
Kujungan Bupati Nganjuk di Penggemukan Domba Milenial Baron

Model peternakan tersebut telah mendapat apresiasi oleh Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat, S. Sos, M.M. Beliau menyampaikan bahwa model tersebut dapat dijadikan contoh sebagai role model untuk mendukung pelaksanaan program pertanian dan peternakan sehat terpadu di Kabupaten Nganjuk. Selain itu P4S “Sheep Energy” juga menerapkan model peternakan terpadu dengan mengolah limbah kotoran ternak menjadi pupuk kompos dengan bantuan biodekomposer. Pupuk kompos olahannya telah banyak digunakan oleh petani di sekitar wilayah Kabupaten Nganjuk untuk pupuk dasar tanaman jagung dan cengkeh. 


*Penulis : Purwandhito Rahmanto Adi, SP. 
                Penyuluh Pertanian WKPP Baron III 
                Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Baron
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Recent Posts

Comments

Featured Posts

Recent Posts

Recent in Sports

Tags

Gallery

Entertainment

Travel

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support